Ketahanan Pangan & Energi: Kebijakan Strategis Pemerintah dalam Menjawab Krisis Global
| Ketahanan Pangan & Energi: Kebijakan Strategis Pemerintah dalam Menjawab Krisis Global |
Dalam beberapa tahun terakhir, dunia menghadapi tantangan besar dalam sektor pangan dan energi. Konflik geopolitik, perubahan iklim, hingga fluktuasi harga komoditas global membuat banyak negara, termasuk Indonesia, harus memperkuat ketahanan nasional. Pemerintah Indonesia kini mengambil langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pangan dan energi tetap aman, stabil, dan
Krisis pangan dan energi global yang terjadi sejak 2022 berdampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan.
-
Harga beras dan bahan bakar mengalami kenaikan tajam akibat gangguan rantai pasok internasional.
-
Perubahan iklim ekstrem seperti kekeringan panjang dan banjir merusak lahan pertanian serta menurunkan produktivitas.
-
Di sektor energi, ketergantungan pada impor BBM membuat Indonesia perlu mencari solusi jangka panjang agar tidak mudah terguncang oleh fluktuasi harga dunia.
Untuk menghadapi hal ini, pemerintah berkomitmen menjalankan kebijakan yang terpadu, adaptif, dan berorientasi pada kemandirian nasional.
Pemerintah menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional. Strategi yang dijalankan mencakup:
-
Peningkatan Produksi Pertanian Domestik
-
Program Food Estate diperluas di wilayah Kalimantan Tengah, Papua, dan Sumatra Utara untuk meningkatkan produksi padi, jagung, dan hortikultura.
-
Penggunaan benih unggul, pupuk ramah lingkungan, dan teknologi pertanian presisi diperkuat agar hasil panen meningkat tanpa merusak ekosistem.
-
-
Modernisasi Rantai Pasok dan Infrastruktur Pertanian
-
Pembangunan gudang pendingin, lumbung pangan modern, dan sistem logistik digital untuk menjaga kestabilan harga dan distribusi.
-
Kolaborasi dengan BUMN Pangan seperti Bulog dan ID Food untuk memperkuat sistem cadangan nasional.
-
-
Pemberdayaan Petani dan UMKM Pangan Lokal
-
Melalui skema offtaker partnership, pemerintah memastikan petani mendapatkan harga yang layak.
-
Dukungan kredit mikro dan subsidi asuransi pertanian diberikan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
-
Selain pangan, sektor energi menjadi fokus utama dalam kebijakan ketahanan nasional. Pemerintah kini menempuh transisi energi berkeadilan, dengan tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan jangka pendek dan keberlanjutan jangka panjang.
-
Diversifikasi Sumber Energi
-
Pemerintah mendorong pengembangan energi terbarukan seperti surya, angin, panas bumi, dan bioenergi untuk mengurangi ketergantungan pada impor fosil.
-
Target bauran energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar 23% pada tahun 2025 terus dikejar dengan percepatan proyek pembangkit hijau.
-
-
Efisiensi dan Konservasi Energi
-
Program hemat energi nasional dijalankan di sektor industri dan rumah tangga.
-
Pemerintah memberikan insentif pajak untuk perusahaan yang mengimplementasikan sistem energi berkelanjutan.
-
-
Penguatan Cadangan dan Infrastruktur Energi Nasional
-
Pembangunan terminal LNG, jaringan pipa gas, serta fasilitas penyimpanan BBM strategis diperluas untuk memastikan pasokan aman saat krisis.
-
Pemerintah juga mempercepat penggunaan kendaraan listrik (EV) melalui subsidi dan insentif fiskal bagi masyarakat.
-