Perhumas gelar Konvensi Humas Indonesia 2025 di Surabaya akhir tahun
Gelaran ini juga bakal menggalakkan Gerakan Indonesia Bicara Baik, upaya mereka untuk menggeser energi pesimistis menjadi optimistis, dari keluhan menjadi solusi, dari berita buruk menjadi cerita inspiratif.
“Indonesia memiliki modal luar biasa, kaya budaya, sejarah, inovasi, dan keberhasilan,” ujar dia.
Perhumas melihat untuk membangun reputasi bangsa yang lebih positif, perlu ada sinergi lintas sektor yang mereka sebut dengan The Power of 5, yaitu pemerintah, akademisi, praktisi/dunia usaha, komunitas, dan media. Ketika semua unsur tersebut dapat berjalan beriringan, maka narasi reputasi Indonesia akan berdiri kokoh, baik di dalam negeri maupun di mata dunia.
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital Fifi Aleyda Yahya memberikan apresiasinya terhadap peran strategis Perhumas dalam menjaga kredibilitas komunikasi bangsa.
“Gerakan Indonesia Bicara Baik bukan sekadar kampanye, melainkan ruang budaya komunikasi yang optimis, berbasis empati, dan berakar pada kearifan lokal. Dalam dinamika global yang penuh ketidakpastian, etika harus tetap menjadi jangkar kita,” kata Fifi.
Peran humas saat ini, menurut Fifi, tidak lagi hanya sebagai penyampai informasi untuk publik, tapi, juga sebagai katalisator yang menghubungkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media dalam memperkuat identitas bangsa di ruang publik.