Isu Pemerintahan & Kebijakan Terbaru: DPR & Pemerintah Difokuskan Malam Ini
| Isu Pemerintahan & Kebijakan Terbaru: DPR & Pemerintah Difokuskan Malam Ini |
Pemerintah Prabowo Subianto tetap mempertahankan agenda kebijakan besar meskipun ada kekhawatiran investor. Pemerintah fokus pada program-program populis seperti stimulus ekonomi besar, termasuk subsidi dan bantuan sosial berskala besar, sesuai target pertumbuhan ekonomi tinggi. Namun, kebijakan ini memicu sentimen negatif di pasar modal dan kekhawatiran terhadap defisit anggaran serta peringkat kredit negara. DPR secara umum mendukung rencana tersebut meski tantangan ekonomi tetap ada.
Survei politik terbaru menunjukkan bahwa dukungan terhadap Presiden Prabowo relatif tinggi, sementara kepercayaan publik terhadap DPR masih rendah. Hal ini menjadi salah satu topik hangat yang dibahas pejabat pemerintah dan anggota legislatif, karena DPR perlu membangun kembali citra dan legitimasi di mata masyarakat.
DPR dan pemerintah juga masih dibicarakan publik terkait penerapan beberapa UU besar yang disahkan tahun lalu, termasuk perubahan dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor pertambangan, yang menggambarkan sinkronisasi antara lembaga legislatif dan eksekutif dalam mengatur kebijakan strategis nasional. Isu perluasan peran militer di beberapa ranah pemerintahan juga pernah memicu perdebatan dan kritik publik, meski tidak baru.
Di DPR, beberapa anggota legislatif mengusulkan perluasan kebijakan visa bebas untuk meningkatkan jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia. Ini dipandang penting untuk memulihkan sektor pariwisata dari dampak pandemi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah.
✔ Tekanan ekonomi global dan domestik mempengaruhi dinamika kebijakan pemerintah dan DPR.
✔ DPR menghadapi tantangan kepercayaan publik meskipun tetap menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan.
✔ Pemerintah lanjutkan agenda ekonomi pro-rakyat meskipun ada keraguan pasar.
✔ Isu kebijakan pariwisata dan visa menjadi agenda strategis untuk mendukung momentum ekonomi.